
Batu, 15 Januari 2024. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan sejarah baru melalui pelaksanaan Upacara Sumpah Dokter Periode ke-VI pada hari Rabu, 15 Januari 2025. Momen bersejarah yang digelar di Auditorium Rumah Singgah lantai 4 Kampus 2 UIN Malang ini menjadi saksi lahirnya generasi dokter terbanyak sepanjang sejarah fakultas dengan 37 dokter muda yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh kesehatan terkemuka yang telah membersamai perjalanan para dokter muda, di antaranya Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M. Kes., Sp. Rad (K) selaku Dekan FKIK UIN Malang beserta jajarannya, Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp BP. RE (K), Aditya Prasaja, S.STP., M.AP selaku Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Benny Marcel, Sp.OG (K) selaku perwakilan RSUD Karsa Husada beserta jajarannya, dr. Rina Istarowati selaku Direktur RSUD Kota Malang, dan dr. Tutik Nur Kasiani, Sp.KJ selaku perwakilan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, serta Tenaga Pendidik dan Staff Administrasi FKIK UIN Malang.

Pada sambutannya, Prof. Dr. dr. Yuyun mengucapkan selamat kepada seluruh dokter yang telah disumpah, beliau mengungkapkan rasa syukurnya terhadap para alumni FKIK UIN MALANG dan berharap melahirkan dokter-dokter baru yang menunjukkan ciri khas ulul albab dengan 4 pikar janji profesi yakni Kedalaman spiritual, Keagungan akhlak, Keluasan ilmu, Kematangan profesional.
Kebanggaan tersendiri mewarnai acara ini dengan hadirnya tiga dokter muda berprestasi yang berhasil menorehkan pencapaian akademik cemerlang. dr. Risna Afiatur Rosyida memimpin dengan predikat IPK tertinggi (3,74), sementara dr. Dwi Wahyu Utami menunjukkan keunggulannya dengan nilai OSCE UKMPPD tertinggi (91,17). Prestasi istimewa juga diraih oleh dr. Meily Rahmalia Widjaya yang berhasil meraih nilai CBT UKMPPD tertinggi (90,66) sekaligus nilai kumulatif UKMPPD tertinggi (89,53).

Menghadapi era pelayanan kesehatan modern yang semakin kompleks, dr. Benny Marcel, Sp.OG (K) dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian dalam praktik kedokteran. “Di era di mana masyarakat semakin kritis, kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama para dokter muda,” tegasnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Pak Aditya Prasaja, S.STP.,M.AP mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar prosesi formal, melainkan komitmen nyata dalam pengabdian kepada masyarakat. Beliau menekankan pentingnya memandang kesehatan sebagai isu multidimensi yang berkaitan erat dengan aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah momen bersejarah bagi FKIK UIN Malang dengan jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah Program Studi Profesi Dokter,” ungkap dr. Prida Ayudianti, Sp. KK. Ketua Pelaksana Sumpah Dokter Periode VI. Beliau menyampaikan harapan agar para dokter muda dapat mengemban amanah sebagai dokter ulul albab yang tidak hanya kompeten dalam bidang medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual sesuai dengan visi dan misi UIN Malang.
Upacara pengambilan sumpah ini menjadi titik awal perjalanan para dokter muda dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan modern. Dengan bekal ilmu, profesionalisme, dan nilai-nilai ulul albab yang telah ditanamkan, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Dwi Wahyu Utami, lulusan terbaik OSCE, dengan rendah hati mengungkapkan perjuangannya selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran. “Nggak pernah kepikiran jadi yang terbaik, bisa survive aja sudah Alhamdulillah. Tapi, belajar enam tahun akan sangat rugi kalau nggak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Ia termotivasi untuk selalu menuntaskan segala sesuatu dengan maksimal dan memahami apa yang dikerjakan.
Dwi Wahyu Utami juga menjadikan kata-kata BJ Habibie sebagai prinsip hidupnya: “Tidak ada gunanya IQ tinggi tapi malas dan tidak disiplin.” Ia mengucapkan terima kasih kepada dosen dan dokter yang telah membimbingnya. “Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi amal jariyah. Aamiin,” tuturnya dengan penuh syukur.
Kontributor: Raina Habibatul Haq (PSPD 22) dan Ahmadyah Musliha (Farmasi 22)




