Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan capaian membanggakan. Pada periode kelulusan kali ini, seluruh peserta Program Profesi Dokter dinyatakan lulus 100 persen. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Ar-Rahim, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prosesi kelulusan berlangsung khidmat dan penuh makna melalui pengucapan Sumpah Dokter, yang menjadi tonggak penting peralihan status lulusan dari peserta didik menjadi dokter profesional. Sumpah dokter tidak hanya menjadi komitmen moral dan etik, tetapi juga ikrar pengabdian untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, profesionalisme, serta pelayanan kesehatan yang adil dan berintegritas kepada seluruh lapisan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran rumah sakit pendidikan utama, rumah sakit satelit, dan rumah sakit jejaring, sebagai mitra strategis dalam pendidikan klinik. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M, beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan civitas akademika FKIK UIN Malang.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian acara ini adalah penyerahan 11 Dokter Baru dari Ketua Program Studi kepada Ketua Ikatan Alumni Kedokteran (IKA) FKIK UIN Malang. Prosesi ini menjadi simbol resmi peralihan peran lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni dan komunitas profesional kedokteran. Selain itu, acara juga dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh pendidikan.

Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes, Sp.Rad (K), dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi kelulusan dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momen yang sarat makna emosional dan spiritual.“Kami sampaikan bahwa ini adalah momen suci yang mengikat emosi dan spiritual. Jadilah dokter yang luhur akhlaknya dan cerdas otaknya. Jadilah dokter yang profesional tanpa memandang perbedaan, baik suku, agama, maupun latar belakang lainnya, serta jadilah dokter yang penuh dengan pengabdian,” ujarnya.
Pesan inspiratif juga disampaikan oleh Lulusan Terbaik, dr. Haanii Laras Qothrunnadaa, S. Ked. yang membagikan refleksi atas perjalanan panjangnya dalam menempuh pendidikan profesi kedokteran.“Menempuh pendidikan profesi kedokteran adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Meski prosesnya sempat terhambat, saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikannya dan merasa bangga pada diri sendiri serta teman-teman seperjuangan. Terima kasih kepada seluruh dokter pembimbing sejak pre-klinik hingga koas. Untuk mahasiswa kedokteran yang masih berjuang, jangan pernah menyerah. Setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan rencana terbaik pada waktu yang tepat,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari RS Karsa Husada Batu, dr. Saiful, S.Ked., M.Biomed., M.KKK, turut memberikan pesan kepada para dokter muda sebagai bekal dalam menjalani dunia pelayanan kesehatan.“Kami titip tiga hal penting, yaitu pelayanan yang excellent, etika, serta peningkatan mutu pelayanan. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan di Karsa Husada Batu. Harapan kami, jangan lupakan kami yang telah menjadi bagian dari memori dan proses belajar kalian,” tuturnya.

Sebagai penutup, acara dirangkai dengan penyerahan kenang-kenangan dari Dokter Baru kepada FKIK UIN Malang serta mitra rumah sakit, sebagai simbol rasa terima kasih dan ikatan emosional yang terjalin selama proses pendidikan. Momen ini menjadi refleksi kebersamaan antara institusi, dosen, mitra pendidikan, dan alumni dalam mencetak dokter yang berkarakter dan berintegritas.

Dengan capaian kelulusan 100 persen pada periode ini, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kontributor: Ahmad Khidir Afandi (PSPD 23) & Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23)




